PEMBAHASAN
2.1.
PENGERTIAN
GAYA
Gaya merupakan suatu kekuatan (tarikan atau dorongon) yang berakibat kepada benda tersebut, dengan seperti ini benda itu mengalami perubahan posisi (bergerak), atau berubah bentuk. Gaya juga bisa diartikan sebagai tarikan atau dorongan yang ditujukan kepada sebuah benda dari benda lain. Contohnya pada suatu kegiatan ataupermainan tarik tambang yang mampu membuat pelakunya untuk berpindah tempat. Gaya yang berupa suatu tarikan atau dorongan memiliki arah gaya. Tarikan mempunyai arah yang mendekati hewan, orang, atau benda yang menariknya. Sedangkan dorongan memiliki arah yang menjauhi orang, hewan, atau benda yang mendorongnya. Selain memiliki arah gaya, gaya juga mempunyai nilai, maka gaya merupakan besaran vektor.
Gaya memiliki besaran (magnitude) dan arah, sehingga merupakan kuantitas vektor. Satuan Internasional (SI) yang digunakan untuk mengukur gaya adalah Newton (dilambangkan dengan N). Sedangkan untuk gaya dilambangkan dengan simbol F.
Rumus umum gaya:
F = m x a
m : massa (kg)
a : percepatan (m/s2 )
Gaya memiliki beberapa
sifat dan karakteristik yang unik diantaranya :
a. Gaya dapat mengubah arah gerak benda.
b. Gaya dapat mengubah bentuk benda.
c. Gaya dapat mengubah posisi benda dengan cara menggerakkan atau memindahkannya.
Gaya dibedakan menjadi dua
kategori yakni gaya sentuh dan gaya tak sentuh.
1.
Gaya Sentuh
Gaya sentuh adalah gaya yang bekerja dengan sentuhan. Artinya
Suatu gaya akan menghasilkan efek jika terjadi sentuhan dengan benda yang akan
diberikan gaya tersebut, jika tidak terjadi sentuhan, maka gaya tidak akan
bekerja pada benda. Gaya ini akan muncul ketika benda bersentuhan dengan benda
lain yang menjadi sumber gaya.
Contoh gaya sentuh yakni ketika seseorang hendak memindahkan meja, maka
ia harus menyentuh menja tersebut kemudian mendorongnya ke tempat tujuan, pada
kasus ini terjadi sentuhan antara manusia sebagai sumber gaya, dan meja sebagai
target yang hendak diberikan gaya. jika tidak terjadi sentuhan antara keduanya
maka meja tidak akan berpindah sesuai keinginan.
2. Gaya Tak Sentuh
Gaya Tak Sentuh merupakan
suatu gaya yang akan bekerja tanpa terjadinya sentuhan. Artinya Efek dari gaya
yang dikeluarkan oleh sumber gaya tetap bisa dirasakan oleh benda meskipun
mereka tidak bersentuhan.
Contoh Gaya Tak Sentuh
adalah Gaya Magnet dan Gaya Gravitasi, pada gaya magnet, ketika kita meletakkan
besi di dekat magnet (tanpa bersentuhan), maka besi tersebut akan tertarik ke
arah magnet karena merasakan sebuah efek dari gaya yang dikeluarkan oleh magnet
tersebut.
2.2. JENIS-JENIS GAYA
Gaya terbagi ke dalam 7
jenis yakni:
1. Gaya Otot
Sesuai dengan namanya Gaya
otot adalah jenis gaya yang dilakukan oleh makhluk hidup yang mempunyai otot.
Gaya timbul dari koordinasi dari struktur otot dengan rangka tubuh. Gaya Otot
Termasuk ke dalam kelompok Gaya Sentuh.
Contoh Gaya Otot seseorang
yang mengangkat batu. Untuk mengangkat batu tersebut, otot di dalam tubuhnya
berkoordinasi sehingga mampu menggerakan tangan untuk mengangkat batu.
2. Gaya Pegas
Gaya pegas ialah jenis gaya yang dihasilkan oleh sebuah pegas.
Gaya pegas disebut juga gaya lenting pulih yang terjadi karena adanya sifat
keelastisan suatu benda. Gaya pegas dikelompokkan dalam gaya sentuh. Gaya pegas muncul
karena pegas bisa memapat dan merenggang sehingga bentuknya bisa kembali
seperti semula setelah terjadi gaya tersebut.
Contoh gaya pegas ketika
seseorang pemanah menarik anak panah ke belakang,
maka busur pada panah tersebut akan mengikuti arah busur yang ditarik, kemudian
sesudah anak panah dilepaskan, maka pegas pada busur panah akan kembali ke
bentuk semulanya.
3. Gaya Gesek
Gaya gesek yaitu jenis gaya yang muncul karena terjadinya
persentuhan langsung antara dua permukaan benda. Gaya gesek adalah gaya yang arahnya selalu berlawanan dengan arah
gerak benda atau arah gaya luar. Gaya gesek dikelompokkan ke dalam gaya sentuh. Besar kecilnya
gaya gesekan ditentukan oleh halus atau kasarnya permukaan benda.Semakin halus
permukaan, maka semakin kecil gaya gesekan yang muncul sehingga gaya yang
dibutuhkan untuk membuat benda tersebut bergerak semakin kecil juga.
Contoh gaya gesek adalah jika batu yang sama dengan jumlah gaya luar yang sama di
gerakan pada 2 permukaan , satu di lantai keramik (Halus), satu lagi di lantai
semen (kasar), maka pergerakan batu di lantai keramik akan lebih cepat dan
mudah dibandingkan pergerakan batu pada lantai semen.
Gaya gesek dibagi ke dalam dua jenis yakni gaya gesek statis dan
gaya gesek kinetik. Gaya gesek statis yakni jenis gaya gesek
yang terjadi ketika benda diam. Gaya gesek statis terjadi jika gaya luar yang
diberikan kepada benda nilainya sama dengan gaya gesekan yang terjadi sehingga
benda tersebut akan diam tidak bergerak karena resultan (penjumlahan) gaya yang
terjadi padanya sama dengan nol. Contoh gaya
gesek statis ketika ada sebuah benda diletakan pada bidang miring dan benda
tersebut kita tahan dengan tangan, maka benda itu tidak akan bergerak (tetap
diam) karena resultan gaya dari tangan kita sama dengan resultan gaya gesek
yang terjadi, tapi jika kita melepaskannya, maka benda tersebut akan kembali
bergerak.
Gesek kinetik merupakan jenis gaya gesek yang terjadi ketika benda
dalam keadaan bergerak. Gaya gesek kinetik terjadi ketika nilai gaya gesek selalu lebih kecil
dibandingkan gaya luar yang bekerja padanya, sehingga gaya luar menang dan
membuat benda tersebut bergerak. Contoh gaya
gesek kinetik adalah gaya gesek antara permukaan mobil dengan aspal ketika
mobil bergerak, gaya gesek yang terjadi lebih kecil, dari gaya mesin sehingga
mobil mampu bergerak.
4. Gaya Mesin
Gaya mesin yaitu jenis gaya yang dihasilkan oleh kerja mesin,
seiring berkembangnya teknologi, mesin yang dibuatpun semakin canggih. Gaya mesin sangat membantu dalam meringankan aktivitas manusia. Contoh gaya mesin adalah sebuah mobil
yang sedang bergerak melaju karena adanya gaya mesin.
5. Gaya Gravitasi Bumi (Gaya Berat)
Gaya gravitasi bumi yaitu
jenis gaya tarik bumi terhadap seluruh benda bermassa yang
terdapat pada permukaannya. Anda semua pasti sudah
mengetahui bahwa dengan adanya gravitasi bumi, maka kita bisa berdiri tanpa
masalah dipermukaannya, jika tidak terdapat gaya gravitasi bumi, maka setiap
benda akan melayang seperti halnya di luar angkasa. Contoh gaya gravitasi bumi adalah
buah kelapa yang jatuh dari pohonnya menuju ke tanah.
6. Gaya Magnet
Gaya magnet yaitu gaya pada magnet yang mampu menarik benda-benda tertentu. Benda yang mampu ditarik oleh magnet
disebut benda magnetis, umumnya terbuat dari besi atau baja, ataupun logam
lainnya. Semakin dekat magnet dengan benda magnetis, maka
gaya tarik magnet tersebut semakin besar. Gaya magnet bisa menarik benda
walaupun tanpa menyentuhnya, oleh sebab itu gaya magnet
termasuk ke dalam kelompok gaya tak sentuh. Contoh gaya magnet adalah paku yang menempel pada
magnet ketika didekatkan.
7. Gaya Listrik
Gaya Listrik yaitu jenis gaya yang dihasilkan oleh
benda – benda bermuatan listrik dalam medan listrik. Contoh gaya listrik adalah kipas angin bekerja
dengan mengubah energi listrik menjadi energi gerak.
2.3.
PENJUMLAHAN
GAYA
Penjumlahan
gaya merupakan gabungan dari dua atau lebih gaya yang bekerja pada suatu benda
dalam satu garis kerja. Ketika dua buah atau lebih gaya yang bekerja pada satu
benda dalam satu garis kerja yang diganti oleh satu gaya, sehingga hasil dari
gaya-gaya yang bekerja tersebut dinamakan dengan resultan gaya. Sehingga,
penjumlahan gaya sama dengan resultan gaya dimana resultan gaya merupakan hasil
dari jumlah gaya yang bekerja pada satu garis kerja. Penjumlahan gaya
dilambangkan dengan R atau ∑F dengan satuan Newton.
Ketika
tiga orang mendorong sebuah mobil pada arah yang sama, maka gaya yang
dihasilkan akan lebih besar jika dibandingkan dengan dua orang atau pun satu
orang saja yang mendorong mobil tersebut. Namun apabila satu orang mendorong
dari arah yang berlawanan, akan terasa lebih berat dan mungkin tidak akan
berpindah posisi. Hal ini menunjukkan bahwa jika suatu benda didorong dari arah
yang sama, maka gaya yang dihasilkan akan semakin besar, namun jika arah
dorongannya berlawanan, maka gaya yang dihasilkan akan berkurang.
Secara
matematis, besarnya penjumlahan gaya dapat ditulis sebagai berikut.
R = ∑F = F1 + F2 +…+Fn
Keterangan:
R= resultan atau penjumlahan gaya (N)
F=
gaya yang dijumlahkan (N)
n=
banyaknya gaya
Agar
mempermudah perhitungan, dapat diberikan tanda positif untuk gaya yang mengarah
ke kanan dan ke atas, serta tanda negatif pada gaya yang mengarah ke kiri dan
ke bawah.
Adapun
gaya-gaya yang bekerja pada suatu benda dapat berupa gaya-gaya yang searah,
berlawanan arah, gaya yang saling tegak lurus. Sedangkan arah pada penjumlahan
gaya dapat ditentukan dari sebuah gaya yang nilainya lebih besar dari gaya
lainnya.
1.
Penjumlahan
Gaya Searah
Penjumlahan
gaya searah adalah penjumlahan dua atau lebih gaya yang bekerja pada arah yang
sama. Dengan gaya yang searah, mampu menghasilkan jumlah gaya yang lebih besar
untuk menggerakkan suatu benda.
Contoh:
Dua
orang anak mendorong sebuah lemari dengan gaya searah masing-masing 10 N dan 15
N. berapakah resultan gaya kedua anak tersebut?
Penyelesaian:
Diketahui:
Gaya
anak ke-1 = F1 = 10 N
Gaya
anak ke-2 = F2 = 15 N
Ditanyakan:
R = …?
Jawab:
Kedua anak tersebut
mendorong ke arah yang sama sehingga:
R
= F1 + F2
R = 10 + 15
R = 25 N
Gambar 1
Jadi,
resultan gaya dari kedua anak tersebut adalah sebesar 25 N untuk menggerakkan
lemari tersebut.
2.
Penjumlahan
Gaya Berlawanan Arah
Penjumlahan
gaya berlawanan arah adalah penjumlahan dua atau lebih gaya yang mana sebagian
gayanya bekerja pada arah yang berlawanan.
Ketika
kedua gaya atau lebih berlawanan arah maka benda tersebut akan lebih sulit lagi
untuk bergerak karena gaya-gaya tersebut akan saling mengurangi satu sama lain.
Contoh:
Dua
buah gaya bekerja pada arah yang yang berlawanan dengan F1 = 35 N
mengarah ke kanan dan F2 = 20 N mengarah ke kiri. Berapakah resultan
gayanya dan kearah manakah resultan gayanya bekerja?
Penyelesaian:
Diketahui:
F1 = 35 N ke
kanan
F2 = 20 N ke
kiri
Ditanyakan: R = …?
Jawab:
R
= F1 + F2 (karena salah satu gaya bekerja pada arah yang
berlawanan sehingga gaya tersebut bertanda negatif)
R
= F1 + (-F2)
R
= 35 + (-20)
R
= 35 – 20
R
= 15 N.
Jadi, resultan gayanya
sebesar 15 N ke kanan.
Ketika
ada dua buah gaya yang berlawanan memiliki besar yang sama, maka kedua gaya itu
memiliki nilai nol. Keadaan seperti ini dinamakan benda tersebut berada dalam
kesetimbangan. Maka dari itu, sebuah benda dikatakan setimbang manakala
resultan gaya yang bekerja pada benda itu sama dengan nol.
3.
Gaya
Yang Saling Tegak Lurus.
Untuk
dua gaya yang saling tegak lurus, maka resultan gaya dapat dihitung menggunakan
dalil Pythagoras.
2.4.
HUKUM
NEWTON I, II, III.
Hukum Newton
merupakan tiga hukum fisika dasar mekanika klasik. Hukum Newton menggambarkan
hubungan antara gaya yang bekerja di suatu benda dan gerak yang disebabkannya.
1. Hukum
Newton 1 (Kelembaman)
Bunyi : “jika resultan gaya yang bekerja pada benda
yang sama dengan nol, maka benda yang mula-mula diam akan tetap diam. Benda
yang bergerak lurus akan tetap bergerak lurus beraturandengan kecepatan tetap”
Rumus:
ΣF = 0
Contoh Hukum Newton 1 (I)
dalam Kehidupan Sehari-hari
Ø Saat
mobil bergerak cepat di rem mendadak penumpang akan serasa terdorong ke depan.
Ø Mobil
yang Anda naiki setelah direm mendadak, lalu mobil tiba-tiba bergerak kedepan,
maka Anda akan terdorong ke belakang.
Ø Koin
yang diatas kertas yang ditempatkan di meja akan tetap, jika kertas yang
diambil cepat.
Contoh soal:
Sebuah
balok bermassa 5kg (berat w = 50 N) digantung dengan tali dan diikatkan pada
atap. Jika balok diam berapa tegangan talinya?
Rumus: ΣF = 0
T -
W = 0
T -
50 = 0
T = 50 N
Jadi, tegangan tali yang bekerja pada balok tersebut
50 Newton.
2.
Hukum Newton 2 (II)
Bunyi: "Percepatan dari suatu
benda akan sebanding dengan jumlah gaya (resultan gaya) yang bekerja pada benda
tersebut dan berbanding terbalik dengan massanya".
Rumus Hukum Newton 2 (II):
a = ΣF/ m atau
ΣF = m.a
ΣF= resultan gaya yang bekerja
m = massa benda
a = percepatan
yang ditimbulkan
Contoh Hukum Newton 2 (II)
dalam Kehidupan Sehari-hari
Ø Gaya
yang ditimbulkan kompilasi menarik gerobak yang penuh dengan padi, untuk
memindahkan kerumah dari sawah.
Ø Jika
di tarik dengan gaya yang sama dengan mobil-mobil yang masasanya lebih besar
(ada beban) percepatannya lebih kecil, sedangkan pada mobil-mobilan yang sama
(massa sama) Jika ditarik dengan gaya yang lebih besar akan diperbesar
percepatan yang lebih besar pula.
Contoh soal
Ani dan hana
mendorong sebuah lemari ke kanan secara bersamaan. Jika gaya yang dikeluarhan
ani dan hana berturut-turut 40 N dan 50 N maka berapa total gaya yang
dikeluarkan keduanya ? dan hitung berapa massa lemari jika berpindah dengan
percepatan 0,5 m/s2 .
Jawab.
Diketahui:
F1= 40 N
F2 = 50 N
a = 0,5 m/s2
Ditanyakan:
R=...?
m=...?
Penyelesaian:
R = F1 + F2
= 40 + 50
= 90
m = ∑F/a atau m = R/a
m = 90 / 0,5
m = 180 kg
3. Hukum
Newton 3 (III)
Bunyi: "Jika suatu benda
memberikan gaya pada benda lain maka benda yang dikenai gaya akan memberikan
gaya yang menghargai sama dengan gaya yang di terima dari benda pertama yang
arahnya berlawanan".
Rumus: F aksi = -F reaksi
Faksi = gaya yang bekerja pada benda
Freaksi = gaya reaksi benda akibat gaya aksi
Rumus Hukum Newton 3
(III):
1.
Gaya
Gesek
Fg :
X
N
Ket.
Fg =
gaya gesek ( N )
=
koefisien gesekan
N = gaya normal ( N )
2.
Gaya
Berat
W= m x g
Ket.
W = gaya berat ( N )
m = massa benda (kg )
g = gaya grafitasi bumi (m/s2)
3.
Berat
Sejenis
s =
x g atau s = w / v
Keterangan:
s = berat sejenis ( N/m3 )
w = berat benda
( N )
v = volume benda (m3 )
= massa jenis ( kg/m3 ).
Contoh Hukum Newton 3 (III) dalam Kehidupan Sehari-hari
Ø Duduk
di atas kursi berat badan mendorong kursi ke bawah sambil duduk mendorong badan ke atas.
Ø Jika
seseorang memakai sepatu roda dan mendorong dinding, maka dinding akan
mendorong sebesar sama dengan gaya yang kamu keluarkan tetapi arahnya berlawanan,
sehingga orang tersebut terdorong menjauh dari dinding.
Contoh soal:
Seekor ikan yang
bergerak dengan siripnya terjadi juga gaya aksi reaksi. Tentukan pasangan aksi
reaksi yang ada.
Penyelesaian:
Gaya aksi = gaya dorong yang diberikan sirip ikan
kepada air
Gaya reasi = gaya dorong yang diberikan air kepada
sirip ikan sehingga ikan dapat bergerak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar