PENUTUP
3.1. KESIMPULAN
Gaya merupakan suatu kekuatan (tarikan atau dorongon) yang berakibat
kepada benda tersebut, dengan seperti ini benda itu mengalami perubahan posisi
(bergerak), atau berubah bentuk. Gaya terbagi
ke dalam 7 jenis yakni gaya otot, gaya pegas, gaya gesek, gaya mesin, gaya
gravitasi, gaya magnet, dan gaya listrik.
Penjumlahan
gaya merupakan gabungan dari dua atau lebih gaya yang bekerja pada suatu benda
dalam satu garis kerja. Ketika dua buah atau lebih gaya yang bekerja pada satu
benda dalam satu garis kerja yang diganti oleh satu gaya, sehingga hasil dari
gaya-gaya yang bekerja tersebut dinamakan dengan resultan gaya. Adapun
gaya-gaya yang bekerja pada suatu benda dapat berupa gaya-gaya yang searah,
berlawanan arah, gaya yang saling tegak lurus.
Hukum
Newton merupakan tiga rumusan dasar mekanika klasik yang menggambarkan hubungan antara gaya yang bekerja di
suatu benda dan gerak yang disebabkannya.
Hukum Newton I menyatakan bahwa benda yang diam akan
tetap diam dan tidak akan bergerak sampai ada yang membuatnya bergerak, dan
benda bergerak akan terus bergerak dan akan diam apabila ada gaya yang
mempengaruhinya untuk diam. Rumus hukum Newton I yaitu ΣF = 0
Hukum Newton II menyatakan bahwa massa suatu benda
akan mempengaruhi gaya dalam suatu sistem. Bertambah atau berkurangnya massa
akan menghasilkan suatu perubahan. Rumusnya yaitu ΣF = m x a.
Hukum Newton III menyatakan bahwa suatu benda baru
akan berinteraksi apabila ada yang memberinya gaya, bentuk interaksi tersebut
dengan membelas gaya yang telah diberikan pada benda tersebut kea rah
sebaliknya. Rumusnya yaitu Faksi = Freaksi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar